--
0

Pagi yang cerah, Jauh di kaki bukit barisan daerah pedalaman Sumatera Utara ada sebuah desa yang bernama Desa Bandar Pasir Mandoge, disana didesa yang aman, nyaman, tentram dan damai ditambah lagi suara merdu kicauan burung-burung alam nan beragam seolah seperti nyanyian indah alam alamiah Bumi Pertiwi. Masyarakat yang ramah tamah penuh dengan senyum manis persahabatan dan masih menjunjung tinggi rasa dan asa kekeluargaan serta kesadara akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan alam yang jauh dari polusi, masih alami karena udara segar berasal dari paru-paru bumi rerimbunan pohon-pohon hijau bukit barisan. Hiduplah sebuah keluarga yang bahagia meski bukan sang pemilik rumah mewah berharga milyaran rupiah, bukan pemilik mobil mewah, bukan pemilik sebuah perusahaan raksasa pada umumnya yang menjadi kebanggan masyarakat di Ibu Kota. Keluarga pak Dolok, begitulah masyarakat setempat sering memanggil nama keluarga itu.
Pak Dolok sang pemimpin keluarga kecil sederhana yang berbahagia adalah seorang petani darat (Ladang masyarakat setempat menyebutnya) beliau menanam tanaman pangan seperti padi, jagung, sayur, dan segala jenis tanaman umbi yang dapat di jadikan sebagai bahan pangan. Dengan begitulah Pak Dolok memenuhi segala kebutuhan untuk kelangsungan hidup keluarganya. Pak Dolok memiliki istri yang bernama Winda. Br. Panjaitan dan tiga orang anak, dua putra dan satu putri. Edo. Dolok Saribu adalah nama anak pertama, Erny. Br. Dolok Saribu adalah anak ke dua sekaligus putri semata wayang, dan Lisbon. Dolok Saribu sebagai putra bungsu.
Keluarga yang berpijak di bumi Indonesia Raya lereng kaki bukit barisan Sumatera Utara yang berjarak sekitar 200 KM dari Ibu Kota MEDAN dan sekitar 50 KM ke Kota Wisata Parapat Danau Toba.
Next Loading... ... ..

No Response to "Realita hidup by: Bondjxz"

Posting Komentar